Spanduk itu dibuat oleh organisasi Masyarakat Damai dan Bersatu. Namun, tidak diketahui siapa pemimpin LSM ini. Yang jelas, spanduk yang mulai muncul sejak Rabu (13/5/2009) itu makin banyak dipasang hari ini, Kamis (14/5/2009).
Pemantauan detikcom, sedikitnya spanduk berbackground putih bertuliskan warna merah, biru, dan hitam itu terlihat di perempatan Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, di halte busway Jalan Buncit Raya Jakarta Selatan dan di fly over perempatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Spanduk penolakan Boediono itu dipasang secara mencolok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui persis maksud dari spanduk penolakan Boediono itu yang mengaitkan nama Budi Anduk, pelawak yang saat ini sedang naik daun. Namun, kalimat itu jelas memperlihatkan satire.
Aksi-aksi penolakan Boediono merebak sejak nama cawapres yang dipilih SBY bocor. Boediono dianggap tidak prorakyat dan bermazhab neoliberal. Namun, oleh sebagian orang, Boediono dianggap sebagai orang yang tepat, sederhana, dan bisa mengatasi krisis global di Indonesia.
(asy/nrl)











































