"Saya tidak mau (mendukung). Saya hanya berupaya mendidik bangsa ini," ujar Syafii ketika berbincang dengan detikcom via telepon, Rabu (13/5/2009).
Dalam iklan yang muncul di TV, Syafii Ma'arif memuji sosok kepemimpinan JK. Di iklan itu, ia mengatakan, "Saya kira beruntung SBY punya Jusuf Kalla. Saya kira dialah yang banyak berbuat untuk bangsa ini, mulai soal Aceh, Ambon, dan BLT memang itu JK. Walau dikritik banyak orang, tapi banyak yang senang".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kemudian testimoninya dalam iklan itu dimanfaatkan untuk kampanye, Syafii mempersilakan masyarakat menafsirkan sikapnya tersebut.
"Tergantung bagaimana orang menafsirkannya, tapi itu kenyataan. Tapi saya sudah bilang, jangan terkesan juru kampanye, saya tidak mau. Saya ngomong seobyektif mungkin," terangnya.
Syafii bahkan mempersilakan tokoh lain jika ingin datang dan meminta komentarnya. "Kalau yang lain juga datang, saya juga akan beri komentar," kata pria yang sempat menimbulkan polemik saat menyebut JK sebagai The Real President itu.
Guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini bercerita jika Johan langsung meminta izin pada dia. Ada 7 orang kru, dan pengambilan gambar dimulai. "Saya juga belum lihat iklannya," kata Syafii.
(gun/iy)











































