Mengaku Ditunjuk Bung Karno, Abah Panji Daftar Capres ke KPU

Mengaku Ditunjuk Bung Karno, Abah Panji Daftar Capres ke KPU

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2009 13:02 WIB
Mengaku Ditunjuk Bung Karno, Abah Panji Daftar Capres ke KPU
Jakarta - Setelah ditunggu selama 4 hari, akhirnya ada juga capres yang mendaftar ke KPU. Namun uniknya, capres yang satu ini independen alias tidak didukung partai mana pun.

Capres yang hendak mendaftar tersebut bukan tokoh sembarangan. Dia mengaku sebagai putra tertua dari Presiden RI pertama, Soekarno. Namanya Raden Panji Nur Alam.

Abah Panji, demikian sang Raden akrab disapa, mengutus salah seorang sobatnya yang bernama Dedi Sutradi datang KPU. Dedi diminta mencari informasi tentang mekanisme pendaftaran capres independen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ke sini untuk konsultasi dulu bagaimana dengan capres independen. Ternyata nggak bisa, harus dengan partai," kata Dedi usai bertemu Pokja Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2009).

Dedi bertutur, Abah Panji merupakan putra tertua Bung Karno dari isteri pertama, Lasmini Puri. Saat  ini pria yang bekerja sebagai petani itu tinggal di Bandung bersama ibu, isteri, beserta 4 anaknya.

Abah Panji ini telah memperoleh didikan langsung dari Bung Karno selama 30 tahun mengenai ilmu kenegaraan. Ketika menjalani gemblengan itulah, menurut Dedi, Bung Karno menunjuk Abah Panji untuk memimpin Indonesia pada tahun 2009.

Pria kelahiran 1925 yang menurut Dedi masih tampak seperti berumur 45 tahun itu siap berkontestasi dengan capres lain. Dia menawarkan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan suatu tindakan nyata. "Beliau menawarkan sesuatu yang nyata bagi masyarakat, bukan hanya wacana," kata Dedi.

Masih berdasarkan penuturan Dedi, Presiden SBY sudah mengetahui keberadaan Abah Panji. SBY juga sudah tahu kekayaan yang dimiliki Abah Panji.

Karena ternyata capres independen tak bisa mendaftar, Dedi mengaku akan membicarakannya dulu dengan Abah Panji. Langkah selanjutnya barangkali adalah menyusun kekuatan dengan mendekati parpol. "Mungkin dengan PKS yang sekarang sedang nggak pasti," kata Dedi. (sho/nrl)


Berita Terkait