"Ya kita buka lebar untuk bergabung, kita kan dinamis. Hari ini banyak pertemuan-pertemuan yang sifatnya tertutup untuk mengerucutkan segmen-segmen yang terpisah," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (12/5/2009).
Saat dicecar PDIP akan bertemu tokoh parpol siapa, Pramono enggan menjawab. "Ancam ya ancam, tapi nggak usah didekatin. Ya kalau mau menemui, ya menemui saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak punya keinginan untuk memanfaatkan itu. Tapi ini bagian dari bunga-bunga demokrasi. Saya yakin bunga-bunga itu akan semakin banyak," kilahnya.
Pram hanya menyebut, saat ini hubungan PDIP dengan PD baik-baik saja.
Pram menyebut, PDIP akan mengumumkan cawapres Mega pada 15 Mei mendatang. "Paling lama nanti tanggal 15 akan kita umumkan," kata Pram.
Deklarasi di Bandung? "Ah nggak. Kemungkinan nanti kita atur sendiri," tegasnya.
Pram membantah dipilihnya Boediono oleh PD merupakan kesepakatan dengan PDIP. Meski demikian, Pram mengakui, Boediono memiliki kedekatan personel dengan Megawati.
"Jadi posisi beliau bukan kader partai. Tapi pernah menjadi menteri zamannya Ibu Mega. Jadi lumrah kalau beliau jadi cawapres," pungkas Pram.
Sebelumnya SBY bertemu 3 tokoh partai yakni PPP, PKB dan PAN di Wisma Negara semalam. Dalam pertemuan itu disebutkan 3 partai itu setuju dengan dijadikannya Boediono sebagai cawapres SBY. (nik/nrl)











































