Plus Minus SBY-Boediono vs JK-Wiranto

Plus Minus SBY-Boediono vs JK-Wiranto

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2009 10:50 WIB
Plus Minus SBY-Boediono vs JK-Wiranto
Jakarta - Duet SBY-JK yang memerintah Indonesia selama hampir lima tahun pecah sudah. Keduanya sudah mempersiapkan cawapres pasangannya untuk 'bertarung' dalam pilpres Juli nanti. SBY mengajak Gubernur BI Boediono sementara itu JK merangkul Wiranto. Keduanya memiliki plus minus di berbagai hal.

Pengamat politik dari LIPI Lili Romli menilai bahwa posisi SBY sebagai 'juara bertahan' lebih diuntungkan. Rakyat lebih mengenal SBY ketimbang pesaingnya yang hanya menduduki RI 2.

"Sebagai incumbent SBY berpeluang lebih besar, ditambah lagi dengan Boediono sebagai ekonom akan memperkuat pemerintahan SBY," tutur Romli saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK-Wiranto, menurut Romli, sebenarnya sudah berusaha menyatukan dua unsur kuat ekonom dan militer. Namun, Romli menambahkan, posisi JK sebagai ekonom hanya secara teoritis karena JK adalah pengusaha bukan ekonom murni.

"Memang JK-Wiranto perpaduan militer-ekonom juga, namun hanya secara teoritis bukan praktisi," ujar Romli.

Romli mengakui masih maraknya mitos presiden Jawa-luar Jawa. Untuk masalah yang satu ini, SBY tidak sejeli JK. JK, menurut Romli, memikirkan hingga mitos yang mendarah daging ini. Oleh karena itu JK memilih Wiranto, yang notabene orang Jawa, sebagai cawapres pendampingnya.

"Dari sudut mitos Jawa-luar Jawa, pasangan SBY-Boediono tidak terlalu diminati karena sama-sama berasal dari Jawa. Lain lagi dengan pasangan JK-Wiranto, pasangan Jawa-Luar Jawa ini mungkin lebih dilirik," tutur Romli.

Secara popularitas, kebijakan SBY dinilai Romli cenderung meningkatkan popularitasnya di mata rakyat. Posisi JK sebagai orang nomor dua tentu saja tidak sestrategis SBY dalam menuai pujian masyarakat.

"Elektabilitas SBY lebih baik dari JK dilihat dari popularitas selama menjabat sebagai presiden," imbuhnya.

Namun demikian, Romli mengakui dinamika politik di Indonesia sangat tidak menentu. Menurutnya, peluang JK-Wiranto tidak tertutup sama-sekali, sekalipun yang dihadapi adalah capres incumbent. Usaha keras adalah kuncinya.

"Tinggal kita lihat bagaimana usaha JK-Wiranto, apakah mampu menang pilpres nanti," pungkasnya.

(van/nrl)


Berita Terkait