"Jelas itu reaksi yang paling logis. Untuk apa mereka berada dalam kolisi kalau calonnya tidak diambil?" kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf kepada detikcom, Selasa (12/5/2009) malam.
Menurut Maswadi, wajar partai-partai seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertanyakan mengapa SBY memilih orang luar. Sebab, menurutnya, koalisi mengharuskan di antara pihak-pihak yang terlibat untuk senantiasa berunding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi berkoalisi, imbuh Maswadi, seharusnya SBY menentukan cawapres dari nama-nama yang diajukan oleh partai. Untuk menjaga kestabilan dan mengakomodasi kepentingan politik, cawapres sebaiknya pula diambil dari partai terbesar.
"Seharusnya cawapres itu dari partai yang tergabung dalam koalisi. Dan itu diambilkan dari partai terbesar. Itu matematika politik, nggak bisa yang lain," pungkasnya.
(irw/nrl)










































