"SBY maju kena mundur kena. Kalau memilih salah satu dari empat cawapres yang ditawarkan PKB, PAN, PPP, dan PKS maka tiga lainnya cemburu. Oleh karena itu lebih baik memilih orang di luar parpol," tutur Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Fortuna Anwar, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (12/5/2009).
Kedekatan Boediono dengan SBY, menurut Dewi, menjadi salah satu alasan kuat SBY lebih memilih Gubernur BI itu ketimbang kandidat dari parpol sebelah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dewi, keputusan SBY memilih Boediono tidak akan mengurangi perolehan suara SBY di pilpres Juli nanti. Popularitas SBY sudah sangat tinggi. SBY dinilai Dewi sebagai presiden yang berhasil bekerja profesional untuk rakyat.
"Pak SBY adalah profesional yang sudah terbukti sehingga tidak perlu takut memilih siapapun pasangannya," tutur Dewi.
"Tidak pelu khawatir karena rakyat lebih suka memilih figur ketimbang parpol," pungkasnya.
(van/irw)











































