Pertemuan berlangsung di Wisma Negara, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2009) sekitar pukul 19.00 WIB. Utusan SBY terdiri dari Ketua Umum PD Hadi Utomo, Hatta Radjasa, dan Sudi Silalahi.
Sementara petinggi parpol yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hassan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga turut diundang, namun perwakilannya tidak hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, SBY telah memilih pendampingnya secara obyektif. Penunjukan cawapres dari kalangan profesional juga telah sesuai dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
"Marilah kita serahkan ke bapak SBY. Beliau yang paling tahu dan yang akan memutuskan," jelasnya.
Hatta yang juga Mensesneg ini menegaskan, tidak ada "titip menitip" dari siapapun dalam penentuan cawapres SBY. Dia mengimbau agar partai peserta koalisi tetap berkomitmen dalam memberikan dukungan.
"Saya kira tadi saya sudah komunikasikan dan saya kira sudah dipahami juga. Marilah kita lihat persoalan ini. Oleh karena itu saya katakan, yang sudah berkomitmen supaya memberi dukungan," pungkasnya.
(irw/irw)











































