Β
"Siapapun yang jadi wapres pasti akan memberikan respons yang sangat besar. Kalau mereka (parpol) tidak menerima, artinya mereka tidak membangun sikap kedewasaan," kata mantan Ketua HMI Fakhruddin saat jumpa pers di kantor HD Asia Advisory, Jl Soedirman 71, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Β
SBY, imbuh Fakhruddin, memiliki otoritas yang kuat untuk memilih siapapun yang menjadi wakilnya. Justru, sikap parpol yang terlalu reaktif dinilai berlebihan.
Β
"Itu sesuatu yang tidak santun dalam fatsoen politik," imbuhnya.
Β
Fakhruddin menambahkan, pertimbangan SBY menjatuhkan jabatan wapres kepada tokoh non parpol bisa jadi untuk menghindari konflik antar parpol. Dengan begitu, gontok-gontokan antar parpol tidak terjadi.
"Mungkin sikap yang diambil oleh SBY karena parpol itu gontok-gontokan (soal cawapres)," tandasnya.
(ape/ken)











































