"Ini menjadi pertempuran antara ekonomi kerakyatan melawan ekononomi liberal," ujar anggota dewan penasihat Partai Gerindra Permadi saat ditemui wartawan di Gerindra Media Center, Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (12/5/2009).
Permadi mengaku tidak tahu alasan SBY memilih Boediono. "Saya tidak tahu, mungkin juga dipaksa IMF," ungkapnya.
Permadi menilai, sosok Boediono sebagai sosok yang kurang bisa bergaul. Figur ini kurang cocok untuk menjabat wakil presiden.
"Beliau itu kan mimpin rapat saja tidak bisa. Mas Boediono itu orang teknis," ungkapnya.
(rdf/ken)











































