SBY-Boediono Berpotensi Kalah, Harusnya Tiru Soekarno-Hatta

SBY-Boediono Berpotensi Kalah, Harusnya Tiru Soekarno-Hatta

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2009 14:48 WIB
 SBY-Boediono Berpotensi Kalah, Harusnya Tiru Soekarno-Hatta
Jakarta - Protes atas dipilihnya Boediono oleh SBY sebagai cawapres memunculkan protes dari politisi parpol pendukung Partai Demokrat (PD). Duet SBY-Boediono diprediksi kalah. Seharusnya SBY meniru para pendiri Indonesia menduetkan Soekarno-Hatta.

"Pasangan ini (SBY-Boediono) berpotensi kalah. Saya tidak percaya dengan pernyataan bahwa SBY berpasangan dengan siapa pun atau apa pun akan memenangi Pilpres," kata fungsionaris DPP PAN yang juga anggota DPR Tjatur Sapto Edy, Selasa (12/5/2009).

Menurut politisi yang terpilih kembali sebagai anggota DPR periode 2009-2014 itu, kultur negeri Indonesia adalah pluralisme dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. "Sehingga dalam memilih pasangan pimpinan nasional yang kuat harus mengacu pada kultur tersebut, seperti sudah dicontohkan oleh dwitunggal Soekarno-Hatta," kata Tjatur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kata dia, tidak bisa dipungkiri kekuatan nasionalis dan Islam serta Jawa dan luar Jawa tetap menjadi faktor penting di negeri ini. "Karena itu, kekuatan ini harus diakomodasi sebagai kedua simbol pimpina nasional tersebut untuk menguatkan simbol persatuan bangsa dalam membangun negara," ujar lulusan ITB ini.

Intinya, kata Tjatur, duet SBY-Boediono sangat tidak mengindonesia. Keduanya berasal dari Jawa. "Pasangan SBY-No (SBY-Boediono) tidak mengindonesia, tidak mewakili kultur Indonesia, sehingga sulit terjual dalam Pemilu, khususnya di masyarakat luar Jawa dan masyarakat berbasis massa muslim," ujar dia.

(asy/nrl)


Berita Terkait