"Pasangan ini (SBY-Boediono) berpotensi kalah. Saya tidak percaya dengan pernyataan bahwa SBY berpasangan dengan siapa pun atau apa pun akan memenangi Pilpres," kata fungsionaris DPP PAN yang juga anggota DPR Tjatur Sapto Edy, Selasa (12/5/2009).
Menurut politisi yang terpilih kembali sebagai anggota DPR periode 2009-2014 itu, kultur negeri Indonesia adalah pluralisme dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. "Sehingga dalam memilih pasangan pimpinan nasional yang kuat harus mengacu pada kultur tersebut, seperti sudah dicontohkan oleh dwitunggal Soekarno-Hatta," kata Tjatur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intinya, kata Tjatur, duet SBY-Boediono sangat tidak mengindonesia. Keduanya berasal dari Jawa. "Pasangan SBY-No (SBY-Boediono) tidak mengindonesia, tidak mewakili kultur Indonesia, sehingga sulit terjual dalam Pemilu, khususnya di masyarakat luar Jawa dan masyarakat berbasis massa muslim," ujar dia.
(asy/nrl)











































