"Kami merasa sangat priharin dan dipermalukan di depan publik," ujar anggota DPD Bengkulu Muspani dalam jumpa pers di Gedung DPD, komplek DPR Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Muspani menambahkan, pernyataan La Ode Ida itu mengejutkan karena para anggota DPD tidak pernah membahas kriteria capres saat rapat. Kalau pun membahas, tak pernah disebutkan satu nama tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan saat itu, hanya dihadiri 38 anggota (dari 128 anggota) dan itu tidak mencapai kuorum. Keputusan yang dihasilkan bukan paripurna. Kalaupun dari beberapa pertemuan yang diadakan, pembicaraan tentang hal ini tidak diminati," tukasnya.
Ada beberapa anggota DPD yang mengatakan bahwa tidak layak berbicara capres di DPD. "Saat itu juga satu per satu anggota keluar. Jadi kalau disebut angka seratus persen dari mana itu dapatnya?" gugatnya.
(nwk/iy)











































