Motif Baju Deklarasi SBY-Boediono Bernuansa Merah Putih

Motif Baju Deklarasi SBY-Boediono Bernuansa Merah Putih

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2009 12:21 WIB
Motif Baju Deklarasi SBY-Boediono Bernuansa Merah Putih
Jakarta - Selain seragam yang sudah disiapkan, motif warna yang akan dipakai dalam seragam deklarasi dan umbul-umbul deklarasi juga sudah disiapkan. Rencananya, motif warna yang akan dipakai adalah merah-putih. Maknanya lambang kebangsaan hakiki yang menjadi semangat perjuangan bangsa Indonesia.

"Nanti baju seragam untuk deklarasi memakai warna merah-putih. Motifnya, didominasi warna putih, tetapi ada hiasan merahnya di pinggir. Pesannya ingin menyampaikan semangat kebangsaan," kata Wasekjen Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) Bambang Purnomo kepada detikcom, Selasa (12/5/2009).
 
Pria yang menjadi Sekretaris Pusat Informasi Media Center SBY-JK dalam Pilpres 2004 lalu ini menjelaskan, model baju dengan motif merah putih yang akan digunakan nanti mengambil model perjuangan. Sayangnya Bambang tidak menjelaskan bentuk persisnya model perjuangan yang dimaksud.

"Pokoknya background dan latar belakang kebangsaan dan perjuangan yang mendominasi. Saya tidak bisa menjelaskan secara detil sekarang," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya apakah pilihan warna merah-putih itu sebagai simbul bersatunya Partai Demokrat yang mengganti warna birunya dengan warna putih dan PDIP yang warna partainya memang merah, Bambang mengatakan boleh-boleh saja menafsirkan seperti itu. "Itu hak Anda menafsirkan. bisa saja demikian. tapi yang pasti merah putih kan simbul kebangsaan," kata Staf Ahli Staf Khusus SBY, Heru Lelono ini.

Terkait pilihan deklarasi di Bandung, Bambang menjelaskan bahwa latar belakang historis yang kental di Bandung menjadi alasan tersendiri. Apalagi Bandung pernah menjadi lokai petemuan Asia-Afrika yang menjadi simbol Indonesia sebagai konsolidator negara-negara berkembang pada saat itu.

"Deklarasinya sampai info hari ini tetap di Bandung. Alasannya karena Bandung sangat kaya dengan historisitas perjuangan dan kepahlawanan. Bandung juga pernah menjadi tempat pertemuan internasional. Ini simbol, ke depan yang harus kita fikirkan adalah bagaimana kita berkiprah di kancah internasional," pungkasnya.
(yid/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini