"Peluang Boediono diambil sebagai posisi tawar dengan PDIP. SBY cari safety saja," ujar pengamat politik dari LIPI, Lili Romli saat dihubungi detikcom, Selasa (12/5/2009) pagi.
PDIP dan Partai Demokrat (PD) memang terus melakukan komunikasi secara intensif dalam beberapa hari ini. Lewat Mensesneg Hatta Radjasa, SBY berupaya membuka kembali komunikasi politik dengan Megawati Soekarnoputri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelincahan politiknya kurang, cuma kalau masalah pengetahuan akan ekonomi sudah terbukti," jelas Lili.
Lili melihat Boediono bisa saja terpental dari bursa cawapres jika pembicaraan dengan PDIP mentok di tengah jalan. Keputusan jadi tidaknya peresmian SBY-Boediono diduga tergantung komunikasi politik antara PDIP-PD.
"Tergantung dengan PD dengan PDIP jadi tidak, kalau tidak jadi bisa saja keputusan itu dipertimbangkan lagi," tutupnya.
(mok/fiq)











































