Golkar: JK Tak Berniat Menyindir, SBY Terlalu Reaktif

Golkar: JK Tak Berniat Menyindir, SBY Terlalu Reaktif

- detikNews
Senin, 11 Mei 2009 09:59 WIB
Golkar: JK Tak Berniat Menyindir, SBY Terlalu Reaktif
Jakarta - Capres Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) tidak berniat untuk menyindir pesaingnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY saja yang terlalu reaktif terhadap ungkapan-ungkapan JK, sehingga menimbulkan kesan saling serang.

"Saya melihat SBY telalu reaktif. Kalau kita kampanye misalnya, katakan kita menjelaskan kita ini siapa, memuji diri sendiri, kan boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu adalah menjelek-jelekkan orang lain," kata Ketua Bappilu Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu kepada detikcom, Senin (11/5/2009).

Menurut pria yang akrab disapa Burnap ini, hingga sejauh ini, pidato-pidato JK masih dalam batas kewajaran. Tidak seperti model kampanye di Amerika Serikat (AS) yang sampai mengungkap kehidupan pribadi capres lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya mengatakan orangnya cepat apa itu salah, sementara orang lain masih memikirkan cawapres di kantong ada 19, kantong satunya lagi ada 20? Tadinya ingin mengumumkan cawapres tanggal 11 Mei tapi diundur dan sebagainya," jelas Burnap.

Selain masih dalam batas kewajaran, lanjut Burnap, manuver politik JK juga merupakan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Permasalahannya adalah orang takut apabila kalah dalam pertarungan pilpres.

Burnap berharap SBY juga bersedia untuk mengintrospeksi diri mengapa dulu meninggalkan Golkar. Akibatnya perpolitikan pasca pemilu legislatif menjadi ruwet seperti sekarang ini.

"Apa dasarnya dia (SBY) meninggalkan Golkar, sehingga perpolitikan ruwet seperti ini. Sekarang merayu PDIP lagi," pungkasnya.

(irw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini