Belum Bersaing Sudah Panas

Belum Bersaing Sudah Panas

- detikNews
Senin, 11 Mei 2009 06:40 WIB
Belum Bersaing Sudah Panas
Jakarta - Pemilu Presiden (pilpres) masih akan berlangsung 8 Juli 2009 nanti. Tapi aroma kompetisi sudah tercium. Dua capres, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) yang saat ini masih menjabat sebagai presiden dan wakil presiden saling 'serang'. Hawa panas sudah terasa sebelum mereka bersaing secara nyata.

Bukan JK kalau tidak ceplas ceplos dalam bertutur kata. Saat menghadiri Rapimnas Partai Hanura, JK, yang asal Makassar ini terang-terangan mengkritik pesaingnya yang sedang 'bingung' menentukan cawapres.

"Kenapa saya yakin cepat bertindak dengan Pak Wiranto, karena kita yakin lebih cepat lebih baik. Tidak ada di negeri ini yang mau membosankan. Karena yang membosankan itu menunggu," sindir JK saat memberikan sambutan Rapimnas Partai Hanura di Hotel Sahid Sabtu 9 Mei kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gayung bersambut. SBY yang memang terkenal reaktif juga langsung memberi komentar. Saat syukuran kemenangan Partai Demokrat di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (10/5/2009) tadi malam, pria asal Pacitan, Jawa Timur ini membalas sindiran JK.

"Saya mendengar komentar-komentar di luar yang tidak positif tentang rencana kita. Ya begitulah hidup, kita yang punya rencana, kita yang tau kesiapan-kesiapan kita kok malah dikata-katai," kata SBY yang sepertinya ditujukan kepada JK.

SBY jelas punya alasan kenapa memundurkan jadwal deklarasi pencapresannya. Menurutnya hal itu telah dipikirkan secara matang dengan penuh pertimbangan pula.

"Saya nggak pernah mengganggu pihak lain, mau cepat, mau buru-buru nggak apa-apa. Kita yang punya rencana, kita punya timeline sendiri dan itu akan kita tata kembali," ketus SBY lagi-lagi seakan dimaksudkan menjawab kritikan JK.

Tak cuma membalas sindiran JK, SBY balik 'menyerang' wakil presidennya itu. SBY justru menyindir JK sebagai figur yang takabur.

"Tidak perlu kita tunjukkan kalau kita lebih cepat, lebih baik atau lebih ini. Itu takabur namanya. Tidak baik, jadi hati-hati," ujar SBY.

Sementara capres lain, Megawati Soekarnoputri sepertinya juga 'bingung' dengan pencapresannya. Hingga detik ini, putri Proklamator Bung Karno tersebut belum juga menemukan pasangan cawapresnya. Prabowo yang dilirik, ternyata masih bermanuver untuk maju sebagai capres.

Tapi mungkin Mega nantinya tidak 'garang' lagi menyindir SBY seperti yang justru dilakukan oleh JK. Bisa jadi, Mega menjadi tambah kalem, sebab konon PDIP-PD sedang berdekatan menjelang detik-detik Pilpres 2009.

Renggangnya hubungan SBY-JK menjelang Pilpres 2009 semoga tidak membawa dampak yang buruk bagi kelangsungan bangsa yang masih akan mereka pimpin hingga Oktober 2009 nanti. Haruskah JK Mundur?
(anw/mpr)


Berita Terkait