"Itu rilis tidak benar. Itu rilis gelap. Itu cuma akal-akalan laks saja. Karena Laks dari dulu anti-SBY. Karena dia ingin jadi presiden," ujar Roy di Kantor DPP PDP, Jl Sisingamangaraja, Jakarta, Minggu (10/5/2009).
Menurut Roy, koalisi dengan Partai Demokrat adalah jalan yang realistis bagi PDP. "Memang benar saya sudah menandatangani koalisi dengan PD tanggal 16 April lalu. Habis mau apa lagi dengan suara 0,9 persen. Kita realistis saja," ketus Roy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru harusnya malah Laks yang dipecat. Karena dia tidak mampu mengayomi PDP. Saya curiga dia agen pihak luar yang ingin menggembosi PKP. Nanti kita akan pecat dia," kata Ketua Pelaksana Provinsi PDP Maluku, Chris Malutepy.
(anw/nov)










































