"Ia meminta silakan dukung SBY, dan silahkan tanggalkan partai," ujar Ketua DPD II Kota Gorontalo Adhan Dambea kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Sabtu (10/5/2009) malam.
Awalnya, imbuh Adhan, pada tanggal 6 Mei 2009 yang lalu seluruh ketua DPD II dikumpulkan oleh Fadel yang meminta agar seluruh dukungan partai Golkar se-Gorontalo diberikan kepada SBY bukan JK-Wiranto. Namun, manuver Fadel tersebut ditolak oleh para ketua DPD II.
"Kami tetap akan mendukung kampanye JK-Wiranto, dan minta agar Fadel di nonaktifkan segera," tambahnya.
Menurut sekretaris DPD I Gorontalo Martin Taha, langkah Fadel benar-benar telah menyimpang dari kebijakan partai. Fadel telah salah menafsirkan pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang memperbolehkan kader Golkar jadi cawapres kandidat lain.
"Apa yang dilakukan Fadel telah menyimpang, DPP hanya memperbolehkan (kadernya) menjadi cawapres bukan jadi tim pendukung," tandasnya.
(ape/mad)











































