Bachtiar: Masa Partai Besar Dukung yang Kecil?

PPP Dukung SBY

Bachtiar: Masa Partai Besar Dukung yang Kecil?

- detikNews
Minggu, 10 Mei 2009 08:28 WIB
Jakarta - Keputusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pilpres 8 Juli mendatang punya alasan tersendiri. Partai berlambang Ka'bah ini tak mau mendukung partai yang perolehan suaranya lebih kecil.

"Masa partai yang lebih besar dukung partai kecil? Seharusnya partai kecil dukung yang besar lah," ucap Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Bachtiar Chamsyah kepada detikcom, usai menggelar rapat di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2009) malam.

Alasan ini dikemukakan Bachtiar mengingat sebelumnya sempat terjadi perbedaan sengit di tubuh PPP terkait penentuan arah koalisi partai dan dukungan untuk capres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faksi Bachtiar menginginkan partai mendukung SBY. Alasan yang dijelaskan Menteri Sosial ini, bahwa Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) besutan Prabowo perolehan suaranya lebih kecil dibanding PPP. Dan PPP tidak strategis jika memberi dukungan kepada Gerindra.

Sementara faksi Ketua Umum Suryadharma Ali (SDA) kabarnya lebih menginginkan suara partai diarahkan ke Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo.

Namun dua rapat yang digelar oleh dua faksi tersebut malam ini di luar dugaan justru berakhir dengan keputusan yang serupa. Kedua kubu bulat mendukung SBY.

Faksi Bachtiar yang menyelesaikan rapat lebih dulu pukul 21.30 WIB, menyatakan dukungan kepada SBY dan meminta PPP berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz yang hadir dalam pertemuan yang digelar di Hotel Atlet Century, Jakarta itu menegaskan bahwa forum bersepakat menjalin koalisi dengan Partai Demokrat dan mendukung SBY sebagai capres.

Beberapa jam setelah itu, rapat faksi SDA di Hotel Shangri La, Jakarta ternyata juga memutuskan mendukung SBY.

"PPP mencalonkan DR Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden," ucap SDA saat memberikan keterangan kepada pers usai rapat.

(Rez/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads