Sri Bintang Tetap Lanjutkan Kongres Golput

Sri Bintang Tetap Lanjutkan Kongres Golput

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2009 19:41 WIB
Sri Bintang Tetap Lanjutkan Kongres Golput
Jakarta - Meski aparat Poltabes Yogyakarta telah membubarkan Kongres Nasional Golongan Putih (golput), tokoh politik Sri Bintang Pamungkas tetap akan melanjutkan acara. Sri Bintang juga tetap akan tinggal di Yogyakarta hingga hari Minggu 10 Mei 2009 seusai jadwal acara kongres nasional golput.

"Saya tetap akan melanjutkan agenda kongres sesuai jadwal sampai hari Minggu meski peserta sudah tidak lengkap lagi. Ada yang sudah pergi main di Kota Yogya, ada pula yang menengok saudaranya karena punya saudara di sini," kata Sri Bintang di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogya di Agus Salim, Sabtu (9/5/2009).

Kepada wartawan, dia menceritakan kronologi pembubaran acara kongres nasional oleh polisi di Hotel Satya Graha pada Jumat kemarin. Meski sempat diminta keterangan oleh Poltabes Yogyakarta selama 5 jam hingga pukul 22.00 WIB, dia tetap menolak untuk diperiksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasannya dia juga sudah mengantongi surat tanda bukti terima dari staf di Mabes Polri berkaitan dengan izin acara.

"Sebetulnya acara itu tidak perlu izin, tapi cukup pemberitahuan. Saya tahu persis soal itu karena saya ikut merancang dan membahas prosedur semacam itu dulu. Polisi juga tidak bisa menjerat saya dengan Pasal 134, 135, 136 atau 137 karena pasal itu sudah dicabut oleh MK," kata Sri Bintang didampingi Direktur LBH Yogya Irsyad Thamrin.

Dia kemudian menceritakan hingga Sabtu pagi, puluhan aparat juga masih berjaga-jaga di Hotel Satya Graha tempat dia bersama peserta kongres menginap. Saat makan pagi bersama dilanjutkan ngobrol lesehan di salah satu ruangan, mereka sempat didatangi aparat.

Sekitar 10-an aparat masuk ke ruangan langsung meminta mereka bubar. Namun Sri Bintang tetap bertahan. Adu argumentasi antara dia dengan aparat pun terjadi.

"Saya tanyakan mana izinnya, malah dijawab tidak ada. Polisi hanya mengatakan surat izin itu bisa tulis bisa lisan. Ya saya jawab lisan saja," kata ketua Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) itu.

Dia kemudian menanyakan kepada polisi bila dirinya bersama rekan-rekannya naik ke atas di lantai dua di kamarnya, apakah akan diikuti. Petugas menjawab tidak akan mengikutinya.

Dia pun kemudian naik ke lantai dan melanjutkan pembicaraan di depan kamarnya. Meski sudah berada di lorong depan kamar, di pojok ternyata masih ada aparat berpakaian preman yang mengikutinya.

"Acara tetap dilanjutkan meski tidak formal lagi sampai hari Minggu. Saya bahkan mendengar ada petugas yang menyiapkan tiket pesawat untuk saya hari ini agar segera pulang ke Jakarta. Ya saya tetap tinggal sampai hari Minggu sesuai jadwal," katanya.

Sementara itu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta akan melayangkan surat protes kepada Kapolri atas penangkapan Sri Bintang Pamungkas dan kawan-kawan saat menggelar kongres nasional Golput. Pasalnya polisi dianggap tidak memberi kebebasan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Selain itu LBH juga akan melaporkan kejadian yang menimpa Sri Bintang kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Pembubaran kongres maupun penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Sri Bintang dan kawan-kawan jelas melanggar HAM,” kata Direktur LBH Yogyakarta Muh Irsyad Thamrin.

(bgs/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads