"Kita menyayangkan kalau itu terjadi. Karena PDIP selama ini merupakan simbol oposisi," ujar Wakil Sekjen Golkar Rully Chairul Azwar kepada detikcom, Sabtu (9/5/2009).
Rully menilai, PDIP tidak konsisten jika bergabung dengan PD. Publik akan menilai PDIP tidak punya sikap. Terlebih koalisi besar sudah diciptakan PDIP bersama Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan koalisi besar, lanjut Rully, akan rentan pecah dan tujuan dari koalisi itu tidak akan tercapai. "Sudah jauh-jauh hari saya ingatkan," katanya.
Meskipun demikian, Golkar belum merasa sakit hati dan terzalimi oleh sikap tidak konsistennya PDIP itu. Sikap Golkar apakah akan menjadi oposisi, jika PDIP-PD koalisi, menurut Rully masih belum disikapi partai berlambang pohon beringin itu.
"Kita dalam posisi punya capres sendiri. Tunggu sajalah," tandas caleg DPR Dapil Bengkulu ini. (nik/gah)











































