"PDIP kan partai yang relatif lama berada dalam posisi berseberangan dengan PD. Kalau tiba-tiba berkoalisi, ini sama saja seperti kawin paksa. Kawin paksa itu tidak bagus loh," kata pengamat politik Andrinof Chaniago kepada detikcom, Jumat(8/5/2009)
Menurut Andrinof, dalam dunia politik memang apa pun bisa terjadi termasuk berkoalisinya PDIP dengan PD. Tetapi PDIP harus mempertimbangkan citra partai dan efektivitas kerja sama dalam koalisi. Hal ini disebabkan, chemistry PDIP dan PD baik dari sisi konstituen maupun elitnya tidak bisa bersatu sejak lama baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai kemungkinan bergabungnya PDIP dengan PD dalam rangka menjadikan pilpres satu putaran, Andrinof belum melihat tanda-tanda tersebut. Menurut dia, hal itu semata-mata bagian dari upaya komunikasi politik antar parpol.
"Saya kira belum sampai ke sana. Tetapi dalam politik itu cepat sekali perubahannya. Yang pasti itu bagian dari lobi dan komunikasi," pungkasnya.
(yid/asy)











































