"Saya yakin semua kader PDIP masih menghendaki Bu Mega sebagai capres, bukan yang lain. Ini soal perjuangan, tidak semata-mata kekuasaan. Itu alasannya para kader," kata fungsionaris DPP PDIP Hasto Kristiyanto kepada detikcom, Kamis (7/5/2009).
Menurut Hasto, keputusan resmi PDIP masih mengusung Megawati sebagai capres. Jika memang ada keputusan lain, seharusnya dilakukan melalui mekanisme kepartaian yang menganulir dan membuat keputusan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pembatalan capres Mega merupakan hak pribadinya, namun tetap harus didasarkan alasan yang logis dan dapat diterima semua pihak. Kemungkinan besar jika Mega mundur karena disebabkan tidak adanya jaminan pelaksanaan pemilu yang jurdil.
"Kalau sampai mundur, tentu Bu Mega memiliki alasan yang didasarkan pada kondisi obyektif. Di antaranya soal kekhawatiran pemilu yang tidak jurdil. Indikasinya, hilangnya jutaan hak warga negara yang dikatakan hanya kekeliruan administratif. Tidak ada proses hukum atas pelanggaran pemilu, tidak independennya KPU seperti kejar tayang yang melupakan substansi, dan Polri yang menutup diri terhadap pengaduan pidana pemilu," pungkasnya.
(yid/irw)











































