Di beberapa media disebutkan bahwa Hatta telah menolak dicalonkan sebagai cawapres. Namun, informasi yang didapatkan detikcom, gara-gara berita mundurnya Hatta ramai di media massa, peluang politisi asal Palembang itu makin kuat.
Sebenarnya pemberitaan mengenai mundurnya Hatta itu tidak benar. "Di berbagai kesempatan, Hatta memang bilang tidak mendukung parpol-parpol menyorong-nyorongkan cawapres kepada SBY. Karena penentuan cawapres, itu terserah SBY. Jadi bukan menolak bila diminta jadi cawapres. Kalau diberi amanah, ya dia bersedia," kata politisi yang dekat dengan Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan Hatta ke rumah Megawati pada Rabu (6/5/2009) kemarin memang perlu dipertanyakan lebih lanjut. Meski hanya membicarakan soal status rumah Mega, namun kunjungan Hatta itu bermuatan sangat dalam. Hatta bisa diterima di mana pun, termasuk oleh Megawati.
Saat dikonfirmasi detikcom, Hatta membantah ada pertemuan politik dengan Mega. Makan malam bersama Mega dan Taufiq Kiemas pun tidak. "Saya hanya membicarakan status rumah Mega. Tidak ada pembicaraan politik," kata Hatta kepada detikcom.
Indikasi lain, SBY juga sangat percaya pada Hatta untuk merancang kebijakan ekonomi lima tahun mendatang. "Sebelum membuka Konferensi ADB di Bali, Hatta diminta SBY untuk menyusun rancangan kebijakan ekonomi bersama Sri Mulyani," kata seorang sumber.
Namun, siapa sebenarnya siapa yang ada di kantong SBY, Hatta atau Boediono, masih belum jelas. Tim Sembilan Partai Demokrat sebenarnya juga tidak tahu. Hanya SBY dan orang-orang yang sangat dekat yang tahu.
(asy/nrl)










































