Hal itu dikatakan Direktur Gerindra Media Center Haryanto Taslam saat dihubungi detikcom, Kamis (7/5/2009). Menurut Haryanto, memang tidak tertutup kemungkinan Prabowo dipasang sebagai capres PDIP.
"Mungkin-mungkin saja," ucap eks politisi PDIP ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang komunikasi politik antara Gerindra dengan PDIP. Meski belum menghasilkan kesepakatan soal capres/cawapres, namun jalan mengarah ke sana dipastikan makin dekat.
"Memang belum sampai final. Kan masih ada waktu. Yang lain mau cepat boleh, tapi ada yang mau jalan santai juga boleh," ucapnya sedikit bercanda.
Proses komunikasi antara Gerindra dan PDIP memang terkesan lama dan bertele-tele. Namun menurut Haryanto, mereka tidak bermaksud mengulu-ulur waktu.
"Kita bukan mengulu-ulur waktu. Memang proses ini kan memerlukan waktu," ucap pria yang menyertai Prabowo dalam pertemuan dengan Puan ini.
Salah satu hal yang membuat proses itu begitu lama adalah penjajakan berbagai kemungkinan skenario. Misalnya, jika Prabowo dipasang sebagai capres, lantas siapa cawapresnya? Bagaimana kalkulasi politiknya?
"Belum tentu (cawapresnya) Puan. Kita menjajaki segala kemungkinan," tuturnya.
(sho/nrl)











































