"Tokoh politik lebih baik mendamping SBY pada pilpres mendatang dari pada teknokrat," kata pengamat politik dari Charta Politika Indonesia (CPI) Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2009).
Menurut Bima, publik mengetahui ada dua tokoh teknokrat yang disebut-sebut akan dipasangkan dengan SBY, yaitu Sri Mulyani dan Boediono. Sementara tokoh politisi yang masuk bursa adalah Akbar Tandjung, Hidayat Nurwahid, Hatta Rajasa, dan Muhaimin Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh teknokrat selama ini memang dikenal tidak memiliki basis massa, berbeda dengan politisi yang memiliki syarat itu hingga ke akar rumput. "Tokoh teknokrat tidak memiliki tiga kriteria itu," ujarnya.
Secara terpisah, peneliti senior dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi mengakui bahwa SBY masih menjadi tokoh populer. Berdasarkan hasil survei pada 19-26 April 2009 disebutkan, SBY masih menduduki posisi teratas pilihan warga siapapun tokoh politik maupun teknokrat yang menjadi pasangannya pada Pilpres 2009.
(zal/sho)











































