"Saya ke sini bertemu muka saja dengan Ibu Mega dan disajikan minuman yang ada selasihnya itu loh. Selasih di sini enak loh," kata Rizal yang juga penggagas koalisi perubahan di Jl Teuku Umar, Jakarta, Rabu (6/5/2000).
Rizal datang sekitar pukul 14.00 WIB, dan berbicara selama 1,5 jam dengan Mega. "Kita tidak membicarakan cawapres, hanya minum selasih saja," candanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas sekali pemerintahan SBY melanjutkan garis neoliberalisme yang merugikan bangsa. Apalagi nama-nama capres yang diumumkan simbol-simbol neo liberalisme," tutupnya.
(ndr/iy)











































