SBY 'Titip' Paket Sembako di Acara Pengobatan Gratis Walubi

SBY 'Titip' Paket Sembako di Acara Pengobatan Gratis Walubi

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2009 15:19 WIB
SBY Titip Paket Sembako di Acara Pengobatan Gratis Walubi
Magelang - Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) menggelar acara pengobatan gratis di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dalam acara yang digelar untuk memperingati hari raya Waisak itu, juga dibagikan paket sembako bergambar Presiden SBY.

Acara pengobatan gratis ini merupakan rangkaian kegiatan puja bhakti Tri Suci Waisak 2553BE/2009 Candi Mendut-Candi Borobudur. Acara yang berlangsung hingga 9 Mei itu digelar di Candi Mendhut dan Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Namun warga yang datang tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan gratis. Mereka juga mendapat bingkisan sembako yang dibungkus tas bergambar SBY dan logo Partai Demokrat. Paket sembako itu berisi beras, gula, kecap, kacang tanah, minyak goreng dan lain-lainya. Warga yang datang mengaku senang dengan peberian sembako itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembagian sembako itu agaknya di luar dugaan banyak pihak, termasuk sejumlah pejabat daerah yang hadir. Bupati Magelang Singgih Sanyoto dan Wakil Bupati Zaenal Arifin misalnya, mereka terlihat geleng-geleng kepala saat melihat pembagian sembako itu. Sekadar diketahui, Singgih adalah bupati yang diusung oleh PIDP.

"Wah kalau saya gimana yah? Saya hanya ikut hadir dan membuka acara pengobatan massal. Yang lainya tidaklah," ujar Singgih saat diminta tanggapannya soal pembagian sembako tersebut.

Bukan Kampanye Terselubung


Ketua Walubi, Hartati Murdaya, yang hadir dalam acara pengobatan gratis tersebut membantah pembagian sembako tersebut merupakan kampanye terselubung SBY. Menurutnya, dirinya hanya memanfaatkan sembako sisa kampanye pemilu legislatif Demokrat.

"Sembako kiriman dari Pak SBY? Bukan! Bukan, sori yah! Itu sisa kampanyenya Demokrat dikasih saya. Saya ini kan gotong-royong. Siapa yang mau bantu siapa. Itu sisa kampnye. Saya bilang ada acara bhakti sosial, banyak orang tidak mampu. Bagi saja, daripada nanti di gudang numpuk," jelas Hartati.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads