"Memang masih belum ada kepastian soal capres dan cawapres. Tetapi kalau jadi cawapres hancur nama Prabowo," kata Permadi kepada detikcom Rabu (6/5/2009).
Menurut mantan politisi PDIP ini, sebaiknya Ketua Umum PDIP Megawati mengalah saja dalam Pilpres. Sebagai imbalannya, PDIP bisa menunjuk siapa kader terbaiknya untuk disandingkan dengan Prabowo.
"Sekarang anda lihat sendiri, hasil survei Prabowo sekarang jauh melampaui Megawati, meskipun perolehan partainya hanya 4 persen. Capres itu harus diperhitungkan dengan matang," paparnya
Sampai saat ini, lanjut Permadi, PDIP terus melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol termasuk PDIP. Itu sebabnya Gerindra masih optimistis dapat mengusung prabowo sebagai capres menghadapi SBY.
"Lobi-lobi masih terus kita lakukan, baik dengan PDIP atau dengan partai yang lain. Yang pasti dari awal sampai sekarang Prabowo itu maju capres," pungkasnya.
(yid/iy)











































