"Koalisi untuk mengangkat calon dari parpol itu tidak tepat. Karena parpol yang berkoalisi dengan Demokrat suaranya kurang signifikan. Ini berpotensi menimbulkan iri," kata Wakil Ketua Umum PD Achmad Mubarok saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/5/2009).
Nama Gurbernur Bank Indonesia Boediono mencuat setelah SBY mengaku sudah megantongi nama cawapresnya. Nama Boediono dinilai beberapa kalangan dapat memecah kebuntuan pilihan SBY dari kalangan parpol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ini tidak mengikat Pak SBY. Pak SBY punya hak prerogatif menentukan pasangannya," jelasnya.
Mengenai kemungkinan penolakan dari parpol peserta koalisi karena PD lebih memilih calon nonparpol, Mubarok menilai, hal itu bukanlah hal yang beralasan.
"Dalam sistem presidensial, presiden berhak menentukan sendiri pasangannya untuk bersama-sama menjadi lokomotif. Dan parpol gerbongnya," ujarnya.
Menurut Mubarok, nama-nama cawapres juga tidak tertuang dalam kontrak politik yang disepakati partai peserta koalisi.
"Kontrak politik tidak menyebut nama-nama. Kita hanya menyepakati 3 bidang, yaitu pembangunan, keadilan dan demokrasi," pungkasnya.
(lrn/asy)











































