Bebaskan Kader Nyapres, Internal Golkar Belum Solid

Bebaskan Kader Nyapres, Internal Golkar Belum Solid

- detikNews
Rabu, 06 Mei 2009 07:36 WIB
Bebaskan Kader Nyapres, Internal Golkar Belum Solid
Jakarta - Rapat Pleno DPP Partai Golkar memutuskan untuk membebaskan kadernya maju sebagai capres atau cawapres di luar partai. Lahirnya keputusan itu dinilai karena ada kelompok di internal partai beringin yang masih belum setuju dengan keputusan partai mengusung JK-Wiranto.

"Ada kelompok di internal Golkar punya analisa berbeda soal pencalonan capres," ujar pengamat politik M Qodari saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/5/2009).

Menurut Qodari, keinginan kelompok itu untuk tidak sepakat dengan duet JK-Wiranto dan membuka peluang kader lain untuk maju sebagai capres atau cawapres sangat kuat. Sebab kelompok itu diduga punya bargaining position yang cukup besar di partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai keputusan Golkar yang membebaskan kadernya untuk maju sebagai capres atau cawapres sebagai exit strategy yang ditempuh Golkar untuk menghindari perpecahan di internal partai.

"Memang jika ada tokoh Golkar yang digandeng partai lain, soliditas partai akan berkurang. Namun akan lebih berbahaya lagi jika partai tidak memberi saluran untuk itu," papar Qodari.

Kendati kader Golkar telah dibebaskan untuk ikut bertarung dalam Pilpres, Qodari pesimis jika hal itu akan terealisasi. Untuk maju sebagai capres, lanjutnya, peluang itu sangat kecil.

Menurutnya, saat ini tinggal cawapres saja yang masih menyisakan peluang bagi kader Golkar. Dan yang belum menentukan siapa cawapresnya hanyalah SBY yang diusung Partai Demokrat sebagai capres. Tapi peluang itu pun dinilai tipis.

"Kalau bicara cawapres tinggal satu lagi dari SBY. Dan dugaan saya tidak akan gandeng orang Golkar," tutup Qodari.

(Rez/lrn)


Berita Terkait