"Kalau PDIP nomor 1 di Jateng, saya akan numpak pit (naik sepeda) dan menggunduli kepala," kata kader dari DPC PDIP Kelurahan Tegal Barat, Budiono mengulangi nazarnya, di rumah Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakpus, Kamis (5/4/2009).
Menurut hasil rekapitulasi manual suara nasional oleh KPU, PDIP merebut 7 dari 10 dapil di basis utama kaum nasionalis tersebut. Pengontel plontos itu berangkat dari Tegal hari Minggu 3 Mei lalu, dan tiba di rumah Mega hari ini, Selasa (5/5/2009) pukul 16.00 WIB.
Sepeda mereka pun dihiasi bendera dan berbagai atribut PDIP lainnya. Dalam rombongan juga terdapat 2 ibu yang mengendarai sepeda motor dan seorang anak kecil berumur 4 tahun.
Wahyungingsih, ibu yang juga kader DPC Minturugen ini mengatakan, selama perjalanan 3 hari 2 malam pihaknya beristirahat dan singgah di DPC Indramayu dan DPC Karawang.
"Kami ke sini dengan biaya sendiri dan ada sumbangan dari caleg-caleg Kota Tegal," ungkap Wahyuningsih.
Kenapa naik sepeda? "Karena kalau naik sepeda kita lebih bisa merasakan perjuangan kami dari bawah dan lebih berasa perjuangan PDIP selama ini buat masyarakat Tegal khususnya," ujar Wahyuningsih.
Sesampainya di rumah Mega, rombongan pengontel langsung menyantap makanan yang disediakan pihak Teuku Umar. Sampai saat ini, mereka belum ditemui langsung oleh Mega dan keluarga.
"Kalau Ibu Mega menang di Pilpres, saya akan menggunduli kepala saya," pungkas Wahyuningsih yang juga menjagokan Prabowo sebagai pendamping Mega.
(lrn/iy)











































