"Kita tinggal tunggu saja kehancuran ekonomi Indonesia. Negara kita bakal menjadi antek neoliberal. Padahal Amerika Serikat saja yang jadi dedengkot aliran tersebut sudah porak-poranda ekonominya," kata Ichsanuddin Noorsy saat dihubungi detikcom, Selasa (5/5/2009).
Noorsy mengatakan, karakter Boediono adalah textbook thingking. Sehingga dia tidak bisa berpikir alternatif untuk mengatasi kesulitan ekonomi dan kemiskinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aliaran neoliberalisme, lanjut Noorsy mengagungkan persaingan dan kebebasan individu. Sedangkan masyarakat Indonesia umumnya punya karakter mementingkan kerja sama dan persaudaraan sosial.
"Jadi kalau Boediono terpilih jadi wapres, tinggal tunggu waktu saja bangsa kita jadi budak asing," pungkasnya. (zal/yid)











































