"Memang kita semua sudah memutuskan biar Pak SBY yang menentukan siapa kader terbaik bangsa yang akan digandengnya. Tetapi kalau dari hasil diskusi kami, cawapres dari parpol masih yang terbaik," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada detikcom, Selasa (5/5/2009).
Alasan cawapres dari parpol masih sangat dibutuhkan karena sistem pemerintahan yang belum stabil membutuhkan kekuatan di eksekutif dan perlemen yang memadai. Jika hanya berasal dari kaum profesional, bisa saja diawal waktu, parpol memang menjadi pendukung, tetapi di tengah jalan akan melakukan manuver.
"Menurut kami, pemerintahan yang kuat ini harus mengakselerasi kekuatan di pemerintahan dan di kabinet. Nanti kalau pemerintahan sudah kuat dan mapan, baru kaum profesional bisa terlibat lebih besar," papar Karding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau soal koalisi, itu sudah final, kita bersama Partai Demokrat untuk bersama-sama mengusung Pak SBY sebagai capres. Siapa pun nanti yang akan diputuskan SBY, kita ya pasti akan kita dukung," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, nama-nama kuat yang muncul di awal-awal pasca pemilu legislatif mulai tergusur. Nama Gubernur BI Boediono yang juga mantan Menko Perekonomian ini menggusur nama Akbar Tandjung, Hatta Rajasa, Hidayat Nurwahid, Muhaimin Iskandar dan Sri Mulyani.
(yid/anw)











































