"Pak Boediono memang sedang menjadi kajian serius kami. Tetapi finalnya biar Pak SBY yang mengumumkan nanti pada saatnya," kata seorang pengurus DPP PD kepada detikcom, Selasa (5/5/2009).
Menurut caleg DPR terpilih ini, pilihan terhadap Boediono diambil karena profesor ekonomi UGM ini berasal dari non parpol dan memiliki kemampuan yang sangat memadai dalam rangka menjawab persoalan bangsa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sosok Pak Boed yang calm tetapi berwibawa membuat Pak SBY tertarik. Apalagi Pak Boed yang berlatar belakang profesional, non parpol, sehingga membuat conflict of interest di pemerintahan menjadi tidak ada. Beda jika Pak SBY mengambil dari orang parpol, tidak akan jauh beda nanti di akhir jabatan dengan kasus cerainya SBY-JK," papar sumber itu.
Namun demikian, lanjutnya, sampai saat ini nama Boediono juga belum menjadi keputusan final. Baru menjadi pertimbangan-pertimbangan bersama dengan capres-capres lain. Semua keputusan mengenai pendamping SBY sepenuhnya diserahkan kepada putra terbaik Pacitan yang berhasil menjadi presiden dalam pilpres 2004 lalu.
"Kami dari awal sudah bilang, soal cawapres sepenuhnya kami serahkan kepada Pak SBY. Jadi semua yang tahu dan memutuskan ya beliau. Kita hanya menginformasikan bahwa memang nama Pak Boediono turut menjadi pertimbangan," pungkasnya.
(yid/nrl)











































