"Kami berterima kasih kepada operator seluler yang bersedia mendorong masyarakat mencermati DPS pilpres," ujar anggota KPU Endang Sulastri dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2009).
Meski telah ada SMS sosialisasi ini, tapi Endang mengingatkan bahwa KPU beserta jajarannya di bawah tetap harus bekerja keras melakukan pemutakhiran data DPS. Masyarakat harus diberi akses sebesar-besarnya atas DPS pilpres.
"Jangan sampai sosialisasi sudah dilakukan tapi akses terhadap DPS terbatas," kata Endang.
Bunyi SMS tersebut adalah: Pemilu Presiden 8 Juli 2009. Pastikan Anda terdaftar pada DPS. Segera cek ke PPS di kelurahan atau RT/RW S/D 10 Mei 2009. Cek kembali pada 11-17 Mei 2009.
SMS tersebut akan dikirim ke pelanggan secara bertahap mulai hari ini hingga 9 Mei. Total nomor yang akan menerima pesan ini adalah 161.535.342 yang berasal dari seluruh operator, dengan perincian 140.584.252 nomor untuk seluler dan 20.951.090 nomor untuk Fixed Wireless Access (FWA).
Biaya pengadaan SMS broadcast ini seluruhnya ditanggung oleh operator. Baik KPU maupun Depkominfo tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Tidak hanya pelanggan dalam negeri yang akan menerima SMS ini. Pelanggan luar negeri pun tak ketinggalan. "Hanya saja risikonya roaming," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto.
(sho/anw)











































