51 perwakilan DPD II Golkar mengunjungi Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, untuk menyatakan sikap mereka menolak deklarasi JK sebagai capres.
"Kami sedih deklarasi partai besar tapi tidak ada yang hadir. Pada 2004, banyak sekali yang hadir," tutur Ketua DPD II Golkar Kota Malang, Aris Bujonegoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris kemudian menyampaikan aspirasi 51 Ketua DPD II Golkar
yang hadir. Menurut Aris, DPD II setanah air menolak pendeklarasian JK, menjadi capres berpasangan dengan Wiranto.
"Kami menolak pendeklarasian JK karena belum diputuskan dalam
rapimnasus," tutur Aris.
Aris juga mengungkapkan, DPD II Golkar ingin diikutsertakan dalam
berbagai pengambilan keputusan partainya. Termasuk penentuan arah koalisi Partai Golkar.
Secara terang-terangan Aris mengungkapkan hasrat besar DPD II Golkar untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) dan hanya mengusung cawapres saja. Cawapres ini, adalah 7 nama yang sudah diusulkan DPD II Golkar sebelumnya.
"Koalisi dengan partai pemenang Pemilu 2009 dengan mengusung cawapres dari salah satu dari tujuh nama adalah paling rasional," tutur Aris.
Aris juga mengulang keinginan DPD II Golkar, yakni menyelenggarakan rapimnasus untuk mengevaluasi keputusan JK sebagai ketua Umum.
"Menuntut rapimnasus guna meminta laporan hasil komunikasi politik sejauh mana langkah diambil," katanya
"Apakah dapat diterima koalisi ini, apakah dapat diterima capres-cawapres yang diajukan," pungkasnya.
(van/nik)











































