"Ini bisa menjadi duet yang sangat prospektif bagi bangsa ke depan," kata Ketua Umum DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Amelia Ahmad Yani kepada detikcom melalui telepon di Jakarta, Sabtu (2/5/200).
Seperti diberitakan sebelumnya, Sekjen FAP Sonny Pudjisasono, yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Buruh ini menyatakan wacana untuk mengusung Prabowo-Rizal. Namun, saat ini wacana tersebut masih dalam pembicaraan yang sangat intensif oleh parpol yang menjadi anggota FAP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tersebut merupakan duet ideal yang saling melengkapi.
"Menurut saya, kedua tokoh ini punya bobot yang bagus. Prabowo seorang mantan Jenderal yang tidak diragukan kiprahnya di kancah nasional dan internasional. Pengabdiannya untuk negara tidak diragukan lagi," jelas putri Pahlawan Revolusi, Jenderal (Purn) Ahmad Yani ini.
Sementar figur Rizal Ramli, lanjut Amelia, seorang profesional dan pernah menjabat sebagai Menko Ekuin. Sehingga pengalaman dan kinerjanya selama ini tidak diragukan lagi, oleh sebab itu bila duet ini terwujud akan menjadi pasangan yang prospektif.
Hal senada juga diutarakan pengamat politik dan peneliti dari Institute for Social and Envorment and Democrazy (IESD) Musni Umar bahwa pasangan Prabowo-Rizal dari sisi peluang dan popularitas sudah memenuhi, apalagi Rizal yang memiliki jaringan sangat luas di kalangan aktivis. Hanya saja untuk mengalahkan pasangan incumbent, duet ini harus punya dana yang cukup besar agar bisa menang.
"Yang harus diantisipasi menghadapi incumbent, mereka harus punya dana besar untuk membuka jaringan yang luas. Ini untuk mengalahkan incumbent yang sudah berkampanye berbagai program selama ini. Tapi ini berpeluang untuk hadapi incumbent, apalagi duet mantan militer dan aktivis," ujar Musni yang juga anggota DPD dari Sulawesi Tenggara ini.
(zal/djo)











































