"Partainya boleh PAN, PMB, atau PKB kalau mau, tapi yang penting untuk kemaslahatan umat Islam," tutur Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.
Hal ini disampaikan Hidayat saat memberikan sambutan penutupan pelatihan akhir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekalipun akumulasi partai Islam terendah sejak pemilu sebelumnya, masa depan parpol Islam tidak dapat diukur dengan pemilu 2009," tutur Hidayat.
"Sepanjang orde baru Golkar yang dominan, namun yang memerintah sampai sekarang adalah PPP, Putra Putri Presiden," candanya.
Dalam kesempatan ini Hidayat mengingatkan petinggi partai Islam yang mulai melupakan syariat Islam. Menurutnya para penguasa yang berangkat dari parpol Islam sudah menutup matanya.
"Apapun manuver Anda, dimanapun partai anda berada, jangan pernah melupakan umat, untuk bangkitnya politik islam di waktu-waktu yang akan datang," tutur Hidayat.
Menurut Hidayat, pemilu depan adalah saat yang tepat untuk kebangkitan partai Islam, karena perpecahan mulai menghantui partai besar.
"Banyak partai besar mulai pecah, kita jangan menjustifikasi sekarang kita kalah," pungkasnya.
(van/ken)











































