"Yang kami tolak bukan person-nya, tapi mekanismenya," kata juru bicara DPD II Partai Golkar Se-Indonesia seluruh Indonesia, Samsul Hidayat, dalam jumpa pers di Hotel Khartika Candra, Sabtu (2/5/2009).
Menurutnya, kini sudah ada 80 persen dari keseluruhan jumlah DPD-DPD II yang menolak pendeklarasian tersebut. DPD II, kata Samsul, harusnya dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait capres-cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Samsul menilai, pendeklarasian yang dilakukan kemarin malam itu juga tidak sesuai dengan amanat Rapimnas Partai Golkar Oktober lalu.
"DPP Partai Golkar tidak menuntaskan survey capres dan cawapres sesuai yang diamanatkan Rapimnas Oktober 2008," pungkasnya.
(lrn/djo)











































