Pengamat politik dari LIPI, Lili Romli, menilai absennya PPP dan PAN dalam acara penandatanganan gerbong koalisi besar merupakan langkah tepat. Keputusan kedua partai bergabung dengan koalisi yang dibangun Partai Demokrat (PD) akan lebih bermakna bagi masa depan partai ini.
"PPP dan PAN kembali ke jalan yang benar. Karena bagaimana pun koalisi dengan PD jauh lebih menguntungkan bagi kedua partai itu," kata Lili kepada detikcom, Jumat (1/5/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi pada PAN. Jika Ketua umum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB) tetap membawa PAN bergabung dengan koalisi besar sementara masih terjadi konflik antara Soetrisno Bachir dan Ketua MPP PAN Amien Rais maka PAN tidak akan diperhitungkan lagi.
"Sebenarnya pada tingkat akar rumput, pendukung kedua partai itu sangat mendukung SBY sebagai capres. Tetapi SB mencoba-coba berkoalisi dengan Gerindra karena ingin jadi cawapres Prabowo. Hal yang sama juga diharapkan SDA dengan merapat ke Gerindra," papar Lili.
Meski demikian, imbuh Lili, jika para elite partai itu tetap memaksakan kehendak dengan membawa gerbong tidak solid, mereka tidak akan bisa berbuat banyak. Sebab, mayoritas kader di kedua partai itu menginginkan SBY sebagai capres dan berkoalisi dengan PD.
"Melihat aspirasi arus bawah ini, Amien akhirnyaΒ terpaksa turun tangan menyuarakan, begitu juga dengan Bachtiar Chamsyah di PPP," pungkas Lili.
(yid/nrl)











































