Dari perkiraan perolehan suara yang dibuat Center for Electoral Reform (Cetro), PDIP meraih 45 kursi, sedangkan Demokrat 46 kursi. Hal ini disebabkan perolehan suara Demokrat lebih merata dibanding PDIP.
"Suara Demokrat lebih merata sehingga perolehan kursinya bisa lebih banyak," ujar peneliti dari Cetro, Ismail Fahmi, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
14 Provinsi yang dihitung Cetro adalah Sumatera Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, DIY, Bali, Kalimantan Barat, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Banten.
Jumlah total suara yang dihitung Cetro dari 14 provinsi itu adalah 39.647.750. Dari jumlah itu, suara parpol yang lolos Parliamentary Threshold (PT) mencapai 32.795.350.
Perolehan kursi PDIP unggul signifikan dari Demokrat di Jateng (20:14) dan Bali (4:2). Sedangkan kemenangan Demokrat dari PDIP tampak signifikan di Sumbar (5:0) dan Banten (6:3). Di provinsi lain, selisih perolehan kursi kedua partai ini hanya 1 atau bahkan sama.
Nasib PKB dan Gerindra mirip PDIP dan Demokrat. Suara PKB lebih tinggi dari Gerindra, tetapi jumlah kursinya lebih sedikit, yakni 9 untuk PKB dan 10 untuk Gerindra.
Berikut perolehan suara sementara 9 parpol yang lolos PT:
1 PDIP 6.968.160 (21,25 persen)
2 PD 6.880.901 (20,96 persen)
3 Golkar 5.903.428 (18,00 persen)
4 PKS 2.895.095 (8,83 persen)
5 PAN 2.757.374 (8,41 persen)
6 PPP 2.175.995 (6,64 persen)
7 PKB 1.879.429 (5,73 persen)
8 Gerindra 1.846.756 (5,63 persen)
9 Hanura 1.488.220 (4,54 persen)
Sedangkan perolehan kursi sementara untuk parpol-parpol tersebut adalah:
1 PD 46 (21,80 persen)
2 PDIP 45 ( 21,33 persen)
3 Golkar 38 (18,01 persen)
4 PKS 21 (9,95 persen)
5 PAN 21 (9,95 persen)
6 PPP 16 (7,58 persen)
7 Gerindra 10 ( 4,74persen)
8 PKB 9 (4,27 persen)
9 Hanura 5 (2,37 persen)
(sho/nrl)











































