"Kalaupun nantinya ada dua saya kira ada nilai positifnya bagi bangsa. Tapi jangan sampai interaksi itu atas dasar suka tidak suka dan kemudian melakukan pendekatan saling menjatuhkan dan saling mendiskreditkan. Saya kira itu hanya akan membawa kerugian," tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun kita tidak menganut dwi-party system, partai berkuasa dan oposisi, tapi kalau ada kekuatan politik yang saling melengkapi, terutama dengan kritik-kritik kebijakan mungkin akan lebih baik. Walaupun tidak harus menjadi kekuatan oposisi real, karena kita tidak menganut sistem tersebut," jelasnya.
Pada kesempatan itu Din juga berharap, persaingan politik dewasa ini akan semakin meningkatkan kualitas demokrasi dan kebijakan-kebijakan politik.
(irw/nrl)











































