PKB Minta Penghitungan Manual KPU Transparan

PKB Minta Penghitungan Manual KPU Transparan

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 15:47 WIB
PKB Minta Penghitungan Manual KPU Transparan
Jakarta - Meskipun sampai saat ini perolehan suara PKB masih di urutan ke 7 dalam hitungan manual. PKB yakin perolehan suaranya masih bisa naik. Karena itu penghitungan manual KPU diminta dilakukan secara terbuka dan transparan agar semua pihak bisa mengawasi.

"Kita minta penghitungan manual KPU dilakukan secara terbuka agar publik bisa ikut mengawasi. Ini akan menjauhkan dari praduga dan kecurigaan yang tidak perlu," kata Ketua LPP PKB Abdul Kadir Karding kepada detikcom, Kamis (30/4/2009).

Menurut Karding, perbedaan suara dalam hitungan manual dan hitungan elektorik yang ditampilkan oleh Tabulasi Manual di Hotel Borobudur merupakan bukti tidak jalannya TI KPU. Agar masalah ini tidak menyulut protes yang lebih keras dari parpol-parpol, KPU harus menjelaskan kepada publik alasan perbedaan hitungan manual dan tabulasi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KPU harus bisa menjelaskan adanya perbedaan yang begini. Kalau memang sistem IT nya benar, harusnya kan dalam proses tabulasi nasional fluktuatif, seperti hitungan manual. Tidak stabil seperti yang tertuang dalam quick count," paparnya.

PKB meminta KPU mengganti sistem tabulasi nasional untuk pilpres mendatang dengan cara baru yang lebih cepat, akurat dan terpercaya. Sistem ICR yang ada sekarang terbukti gagal untuk menjadi rujukan penghitungan suara cepat sebagai pegangan publik mengetahui hasil pemilu.

"Untuk pilpres besok harus diganti sistemnya. Kalau tidak rawan nanti bisa terjadi geger dan goro-goro nanti," pungkasnya.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 

Sampai pukul 12.00 WIB siang ini, suara yang telah masuk dan dihitung KPU berjumlah 31.629.685 suara. Pada angka ini, perolehan suara PDIP unggul cukup jauh di atas Partai Demokrat. Dari data yang disampaikan KPU di Hotel Borobudur, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009) per pukul 12.48 WIB, perolehan suara PDIP mencapai 6.164.486 (19,49 persen).

Sedangkan Demokrat berada di posisi kedua dengan angka 5.403.942 (17,09 persen). Selisih persentase kedua partai ini mencapai 2,4 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Golkar dengan suara 4.475.885 (14,15 persen), disusul PAN dengan suara 2.318.901 (7,33 persen), dan PKS dengan suara 2.133.183 (6,74 persen).

Posisi keenam diduduki oleh PPP yang memperoleh suara 1.742.658 (5,51 persen), disusul PKB dengan suara 1.661.409 suara (5,25 persen), Gerindra 1.409.032 (4,45 persen), dan Hanura 1.129.968 (3,57 persen).

Selisih Hanura dengan urutan berikutnya yang tidak lolos parliamentary threshold (PT) cukup tinggi. Di bawah Hanura bertengger PKPB dengan suara 513.204 (1,62 persen). PKPB merupakan parpol yang tidak lolos PT dengan suara terbanyak.

Sejauh ini KPU telah merekap perolehan suara dari 15 provinsi, yakni Sumatera Barat, Bangka Belitung, DIY, Bali, Bengkulu, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Banten.

(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads