"Itu black propaganda. Kami tidak pernah membentuk organisasi atau kelompok masyarakat bernama Prabowo Fans Club sebagai bagian dari aktivitas politik Prabowo dan Partai Gerindra," kata Direktur Gerindra Media Centre, Haryanto Taslam, dalam siaran persnya kepada detikcom, Kamis (30/4/2009).
Pria yang biasa disapa Hartas ini menjelaskan, belakangan ini DPP Partai Gerindra mendapat banyak laporan bernada negatif tentang aktivitas PFC di daerah Jawa Barat, khususnya Majalengka. Bermodalkan nama Prabowo Funs Club, para pelaku dengan mudah menipu warga setempat. Hal ini mengingat nama Prabowo memang dikenal sebagai capres yang kaya raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan, jumlah warga yang menjadi korban penipuan Prabowo Fans Club ini cukup banyak. Sebagai contoh, di RW 12 lingkungan Cibasale, Majalengka Kulon, jumlah warga yang mendaftar bantuan usaha tersebut sebanyak 42 orang. Jika ditambah dengan pemohon dari RW-RW lainnya di kelurahan dan kecamatan Majalengka, jumlah korbannya bisa mencapai 500-an orang.
Gerindra khawatir hal ini akan membuat warga kecewa sehingga bisa memperkeruh suasana menjelang pemilihan presiden mendatang. Karena itu, Hartas meminta masyarakat, khususnya warga Majalengka, jangan percaya tawaran bantuan dari organisasi yang mengatasnamakan diri sebagai Prabowo Fans Club itu.
"Kalau masih ada aktivitas yang mengatasnamakan Prabowo Fans Club yang seakan-akan hendak menyalurkan dana untuk usaha kecil atau pun petani, masyarakat bisa segera melapor ke pengurus Partai Gerindra setempat," ujar Hartas.
Penipuan di Lampung
Penipuan dengan modus lain juga terjadi di Lampung. Awal Januari lalu, sepucuk surat edaran atas nama DPP Partai Gerindra disebarkan ke warga setempat. Isinya cukup menggiurkan yakni ajakan bergabung dengan Partai Gerindra dengan iming-iming dapat modal usaha sebesar Rp 45 juta. Syaratnya pun mudah, usia di atas 18 tahun dan mengisi data pribadi.
Dengan cerdik, sang penipu mencantumkan nama Prof Dr Ir Suhardi selaku Ketua DPP Partai Gerindra dalam surat edaran tersebut, lengkap dengan tanda tangannya. Dicantumkan juga nama orang yang diberikan tugas sebagai pelaksana yakni Drs H Addi Nugroho MM. Orang yang berminat diminta untuk menghubungi tim sukses di kontak pribadinya.
"Jangan tergiur dengan iming-iming itu, itu pasti penipu yang memanfaatkan situasi politik sekarang," tegas Hartas.
(djo/nrl)











































