"IT KPU akan dipanggil ke DPR, kemarin di paripurna sudah dibahas," tutur Anggota Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Selain kekacauan selama tabulasi online berlangsung, hasil rekapitulasi online juga berbeda dengan hasil rekapitulasi manual yang sedang berlangsung. Hal inilah yang mendasari pemanggilan tim IT KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Effendi mengaku sudah melakukan pengecekan ke perhitungan manual berlangsung di Hotel Borobudur. Effendi menemukan kejanggalan, hasil rekapitulasi manual berbeda dengan hasil rekapitulasi online.
"Apalagi hasilnya berbeda tadi malam saya cek suara masuk 29 juta, PDIP masih nomor satu dengan 19,06 persen," tutur Effendi SImbolon.
Namun, Effendi membantah kalau pemanggilan diusulkan oleh PDIP. Menurutnya DPR sudah sejak awal mengamati rekapitulasi online yang digelar di Hotel Borobudur awal April lalu.
"Hanya pemenang yang berpikiran kalah, masa kita takut kalah," tutur Effendi.
"Luar biasa, online-manual berbeda," pungkasnya.
(van/irw)











































