Bahas Nasib Bangsa, Kiai NU Kumpul di Kendal

Bahas Nasib Bangsa, Kiai NU Kumpul di Kendal

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 12:59 WIB
Bahas Nasib Bangsa, Kiai NU Kumpul di Kendal
Jakarta - Mencermati perkembangan politik nasional yang semakin tidak karuan membuat ratusan kiai NU prihatin. Mereka mengadakan rapat khusus di ponpes milik KH Dimyathi Rois, Kendal, Jawa Tengah, untuk membahas masalah bangsa dan negara serta perilaku elite yang mulai meninggalkan rakyatnya.

"Para kiai ini sedang membahas nasib bangsa dan negara yang perilaku elitnya sudah terlihat lebih mementingkan dirinya dan kelompoknya daripada bangsa dan rakyat," kata pengasuh Ponpes Krapyak, Yogyakarta, KH Nadjib Abdul Qodir, kepada detikcom, Kamis (30/4/2009).

Para kiai yang hadir dalam pertemuan di Ponpes Alfadlu Walfadilah, Kaliwungu, Kendal, antara lain, KH Muslim Imampuro (Mbah Liem) Klaten, KH Aziz Mansyur (Jombang), KH Mahfudz Ridwan (Semarang), KH Aziz Mangunjaya (Jabar), KH Munif Zuhri (Mranggen-Demak) dan KH Zaenudin Jazuli (Kediri).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kiai Nadjib, pertemuan ini juga akan memberikan masukan kepada SBY sebagai presiden dan calon presiden agar dalam menentukan pendamping lebih memperhatikan pertimbangan Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini sangat penting agar Indonesia yang terdiri dari agama dan budaya tetap mampu mempertahankan pluralitasnya.

"Soal itu (capres-cawapres) pasti akan dibahas. Para kiai ingin agar Islam yang rahmatan lil alamin tetap dapat dijaga di Indonesia. Maka itu, penting Pak SBY mencari sosok yang memiliki pemahaman Islam yang demikian sebagai pendampingnya," paparnya.

Pertemuan para kiai ini juga akan mendoakan kesuksesan pemilu presiden yang dikhawatirkan banyak orang akan timbul masalah. Dengan imbauan pilpres damai dari para kiai diharapkan pemilu presiden mendatang dapat berjalan damai dan sukses.

"Kita juga ingin mendoakan agar proses kebangsaan ini berjalan sukses dan lancar. Ini semua demi rakyat. Jangan sampai rakyat kita dikorbankan hanya demi kepentingan sesaat," pungkasnya.

(yid/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini