"Para kiai ini sedang membahas nasib bangsa dan negara yang perilaku elitnya sudah terlihat lebih mementingkan dirinya dan kelompoknya daripada bangsa dan rakyat," kata pengasuh Ponpes Krapyak, Yogyakarta, KH Nadjib Abdul Qodir, kepada detikcom, Kamis (30/4/2009).
Para kiai yang hadir dalam pertemuan di Ponpes Alfadlu Walfadilah, Kaliwungu, Kendal, antara lain, KH Muslim Imampuro (Mbah Liem) Klaten, KH Aziz Mansyur (Jombang), KH Mahfudz Ridwan (Semarang), KH Aziz Mangunjaya (Jabar), KH Munif Zuhri (Mranggen-Demak) dan KH Zaenudin Jazuli (Kediri).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal itu (capres-cawapres) pasti akan dibahas. Para kiai ingin agar Islam yang rahmatan lil alamin tetap dapat dijaga di Indonesia. Maka itu, penting Pak SBY mencari sosok yang memiliki pemahaman Islam yang demikian sebagai pendampingnya," paparnya.
Pertemuan para kiai ini juga akan mendoakan kesuksesan pemilu presiden yang dikhawatirkan banyak orang akan timbul masalah. Dengan imbauan pilpres damai dari para kiai diharapkan pemilu presiden mendatang dapat berjalan damai dan sukses.
"Kita juga ingin mendoakan agar proses kebangsaan ini berjalan sukses dan lancar. Ini semua demi rakyat. Jangan sampai rakyat kita dikorbankan hanya demi kepentingan sesaat," pungkasnya.
(yid/nrl)










































