Dua tukang sate datang dengan membawa gerobaknya ke rumah di Jl KH Mangun Sarkoro No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2009) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kedatangan dua tukang sate ini jelas tidak biasa. Pasalnya selama ini tidak sembarang orang dibolehkan masuk Slipi 2. Hanya para pejabat Golkar dan para politisi penting saja yang sering kali keluar masuk Posko Golkar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tokoh penting pun berdatangan mendatangi Slipi 2. Sebut saja, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, hingga Ketua Dewan Penasihat PDIP Taufik Kiemas dan putri Megawati, Puan Maharani.
Namun orang biasa termasuk wartawan tidak bisa bebas memasuki Slipi 2. Kalangan ini diwajibkan mendaftar terlebih dulu. Tapi kali ini si tukang sate mendapat keistimewaan. Mereka bebas masuk atas izin putra JK, Solichin Kalla.
"Pak Solichin (putra dari JK) yang suruh masuk," ujar salah satu staf kediaman rumah tangga JK kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).
Putra JK tersebut ternyata sengaja memborong sate untuk konsumsi para tamu Slipi 2 termasuk para wartawan. Tidak butuh berjam-jam, dagangan tukang sate itu pun ludes.
"Lumayanlah sambil nunggu berita perut tetap bisa terisi," kata salah seorang wartawan yang meliput di Slipi 2 senang.
Sang penjual sate pun tersenyum puas dagangannya laris manis. "Laku keras, udah habis dipesan semua sama orang dalam," kata salah satu penjual sate sumringah.
(ape/iy)











































