JK Dikerjai, SBY Tak Mungkin Mau Gandeng Golkar

JK Dikerjai, SBY Tak Mungkin Mau Gandeng Golkar

- detikNews
Rabu, 29 Apr 2009 09:18 WIB
JK Dikerjai, SBY Tak Mungkin Mau Gandeng Golkar
Jakarta - Permintaan dari 25 DPD I agar Golkar kembali rujuk dengan Demokrat dinilai sama saja dengan mengerjai Ketum Jusuf Kalla (JK). Karena Golkar tak solid, diyakini SBY tidak bakal bersedia bersanding dengan partner lamanya itu.

"Golkar ini lucu karena di Rapimnas mencapreskan JK, elit DPP semua berjejer angkat tangan. Tiba-tiba Agung (Laksono) ngomong beda, Muladi berbeda, DPD beda. Ini seperti ngerjain Ketumnya, membingungkan orang di dalam dan di luar Golkar," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).

Menurut Qodari, karena perpecahan ini, nilai politik Golkar lebih rendah dari nilai elektoralnya. Meskipun berdasarkan quick count Golkar menempati posisi ketiga terbesar, namun posisi politiknya lemah.

Dibanding PKS yang berada di urutan keempat, posisi politik Golkar lebih rendah. "PKS lebih tinggi nilai politiknya dari elektoralnya. Walaupun cuma 8 persen, tapi mesin politiknya solid, SDM-nya berkualitas, semangatnya tinggi. Ini persoalan eksistensi," urai Qodari.

Karena kelemahan Golkar ini, Qodari beranggapan SBY tak bakal menggandeng Golkar meski partai mantan penguasa di Orde Baru itu ingin rujuk. "SBY tidak mungkin mau gandeng cawapres Golkar walaupun nanti Golkar balik lagi," analisisnya. (mpr/sho)


Berita Terkait