PDIP-Golkar Sepakati Koalisi Besar dalam Pilpres

PDIP-Golkar Sepakati Koalisi Besar dalam Pilpres

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2009 16:44 WIB
PDIP-Golkar Sepakati Koalisi Besar dalam Pilpres
Jakarta - Pertemuan antara Tim 6 Partai Golkar dan Tim 6 PDIP menghasilkan kesepakatan koalisi besar antara PDIP dan Golkar. Namun kesepakatan itu baru akan dijelaskan ke publik setelah dikonsultasikan kepada ketua umum masing-masing partai.

"Akan terjadi koalisi besar antara PDIP dan Golkar. Koalisi lebih dari 2 partai. Saya tidak menyebut partai, yang jelas di luar PDIP-Golkar juga ada," kata Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif kepada wartawan di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (28/4/2009).

Dari Tim 6 Golkar, datang Burhanudin Napitupulu, Syamsul Muarif, Sumarsono dan Simon Patrice Morin. Sementara itu, dari Tim 6 PDIP hadir antara lain Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syamsul, hasil pertemuan ini akan disampaikan dulu kepada Jusuf Kalla dan Megawati. Setelah dibahas di internal masing-masing, sebagai tindak lanjut, Mega dan JK akan kembali menggelar pertemuan untuk mengukuhkan kesepakatan pertemuan hari ini.

"Kita juga sampaikan alternatif-alternatif yang akan disampaikan kepada ketua umum masing-masing.  Yang jelas Mega dan JK akan bertemu kembali dalam satu atau dua hari ini," paparnya.Saat ditanya siapa yang akan menjadi capres dan cawapres, Syamsul menjawab singkat,"Itu nanti kita serahkan kepada pimpinan masing-masing."Koalisi besar antara Golkar dan PDIP pada Pilpres 2004 pernah terjalin. Namun Koalisi besar yang diklaim kedua parpol ini gagal mengantarkan Capres Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Padahal saat itu SBY hanya didukung oleh parpol-parpol kecil-menengah.

Dalam Pilpres 2004 lalu kekuatan Golkar dan PDIP masih solid, tidak seperti sekarang. Pemilu 2004 Golkar muncul sebagai pemenang pemilu dengan perolehan 21 persen dan PDIP menempati urutan keduanya dengan perolehan suara 19 persen.

Saat ini baik Golkar maupun PDIP diperkirakan hanya mendapatkan sekitar 15 persen suara. Jika di gabung angka kedua partai ini masih sekitar 30 persen. Angka ini lebih kecil dibanding saat Pilpres 2004 yang gagal mengatarkan Megawati sebagai presiden. (yid/nrl)


Berita Terkait